Vigna radiata

Kacang hijau merupakan tanman pangan semusim berupa semak yang tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau ini diduga berasal dari India. Di awal abad ke-17, kacang hijau mulai menyebar kebeberapa negara asia tropis termasuk Indonesia. Tanaman kacang hijau adalah tanaman semusim berumur pendek ( 60 hari). Panen kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari ke-80 setelah tanam.

A. Klasifikasi dan Morfologi

Kacang hijau termasuk dalam keluarga Leguminosae. Adapun klasifikasi botani tanaman kacang hijau sebagai berikut.

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Rosales

Family : Leguminosae (Fabaceae)

Genus : Vigna

Spesies : Vigna radiata

Kacang hijau adalah tanaman pendek bercabang tegak. Bagian dari tanaman kacang hijau antara lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Adapun diskripsi masing-masing bagian tanaman tersebut sebagai berikut.

1. Akar

Tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakarannya dibagi menjadi 2, yaitu mesophytes dan xerophytes. Mesophytes mempunyai banyak cabang akar pada permukaan tanah dan tipe pertumbuhannya menyeba. Sementara xerophytes memiliki akar cabang lebih dan memanjang kearah bawah.

2. Batang

Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu, berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan.Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 meter. Cabangnya menyebar ke semua arah.

3. Daun

Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Letak daun berseling. Tangkai daun lebih panjang dari pada daunnya sendiri.

4. Bunga

Bunga kacag hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore harinya menjadi layu.

5. Buah

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau , setelah tua berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek atau berbulu.

6. Biji

Biji kacang hijau berbentuk bulat. Biji kacang hijau kecil dibandingkan biji kacang tanah atau biji kedelai, yaitu bobotnya hanya sekitar 0,5-0,8 mg. kulitnya hijau berbiji putih. Bijinya sering dibuat kecambah atau taoge

.

2.2 Persyaratan tumbuh

Produktifitas kacang hijau sangat dipengaruhi oleh banyak factor, antara lain tempat tumbuh. Ketersediaan air, dan ikim. Kacang hijau banyak ditanam di sawah dan ladang yang bertanah lembap dan cukup banyak mendapatkan sinar matahari. Untuk itu, agar tanaman kacang hijau dapat menghasilkan biji yang maksimal maka diperlukan pengetahuan mengenai syarat tumbuhnya.

A. Jenis lahan dan ketinggian

Tanah merupakan media atau tempat tumbuh tanam. Tanah terdiri dari zat padat dan udara. Zat padat terdiri dari batuan tanah, mineral tanah, humus, dan organisme hidup yang bermukim didalamnya. Zat cair berupa air tanah serta unsur-unsur yang terlarut didalamnya. Udara dalam rongga tanah mengandung O2 yang penting untuk respirasi akar guna mendapatkan tenaga.

Akar tanaman berpegang kuat pada tanah. Perubahan keadaan tanah,baik secara kimia, fisika, maupun biologi akan mempengaruhi fungsi dan kekuatan akar dalam menopang pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk akan memperkaya secara kimia ketersediaan hara dalam tanah sehingga akar dapat menyerapnya untuk keperluan dan perkembangan tanaman.

Tanaman kacang hijau menghendaki tanah tidak terlalu berat. Artinya tanah tidak terlalu banyak mengandung tanah liat tetapi mengandung bahan organic tinggi. Adapun jenis tanah yang dianjurkan adalah latosol dan regosol.

Keasaman tanah (pH) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal yaitu antara 5.5-6.5. kacang hijau dapat dibudidayakan pada ketinggian 5-700 meter dpl.

B. Iklim yang sesuai

Tanaman kacang hjau termasuk tanaman C3. Artinya tanaman ini tidak menghendaki radiasi dan suhu yang terlalu tinggi. Tanaman ini akan tumbuh bai pada suhu udara antara 25-27 derajat celcius. Tanaman ini menyukai daerah relative kering dengan kelembapan 60-89%. Fotosintesis tanaman kacang hijau akan mencapai maksimum pada pukul 10.00. Radiasi yang terlalu kering tidak diingikan oleh tanaman kacang hijau.

C. Kebutuhan Air

Kebutuhan air untuk tanaman kacang hijau hanya kritis pada awal pertumbuhannya sampai fase berbunga (sekitar I bulan setelah tanam). Kebutuhan minimalnya pada masa kritis setara dengan curah hujan 100 mm/bulan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman mudah rebah dan rentan terhadap serangan pathogen penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: