Bakteri

Nama Bakteri berasal daribahasa yunani “ bakterion “yang berartibatang atau tongkat.

1. Morfologi Bakteri

a. Ukuran bakteri

Pada umumnya ukuran bakteri sangat kecil, umumnya bentuk yubuh bakteri baru dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 1000 X atau lebih. Bakteri berbentuk kokus ada yang berdiametr 0.5 mikron, ada pula yang berdiameter sampai2.0 mikron. Pada umumnya Bakteri yang berumur 2-6 jam lebih besar daripada bakteri yang umurnya lebih daripada 24 jam.

b. bentuk Bakteri

secara garis besar morfologi bakteri dapat dikelompokkan ke dalam 3 golongan, yaitu :

1. Bacillus

Merupakan bakteri yang mempunyai bentuk tongkatpendek/batang kecil dan silindris. Sebagian bakteri berbentuk basil. Berdasarkan jumlah koloni, Basil dapat dibaci menjadi beberapa kelompok, yaitu :

· Monobasil yaitu basil yang hidup menyendiri tunggal.

· Diplobasil yaitu bila koloni Basil terdiri dari 2 Basil.

· Streptobasil, bila koloni bakteri berbentuk rantai.

2. Coccus

Coccus adalah bakteri yang mempunyai bentuk bulat seperti bola-bola kecil. Berdasarkan jumlah koloni, Coccus dapat dibedakan menjadi :

· Monococcus, bila coccus hidup menyendiri,

· Diplococcus, bila coccus membentuk koloni terdiri dari 2 Coccus,

· Streptococcus, bila koloni berbentuk seperti rantai.

· Stafilococcus, bila koloni Bakteri Coccus membentuk untaian seperti buah anggur.

· Sarsina, Bila koloni bakteri mengelompok serupa kubus.

· Tetracoccus, bila koloni terdiri dari 4 coccus.

3. Spirillium

Spiril merupakan bakteri yang berbentuk bengkok atau sperti spiral. Bakteri yang berbentuk spiral sangat sedikit jenisnya.

c. Spora Bakteri

Istilah Spora biasanya dipakai untuk menyebut alat perkembang biakan pada jamur, ganggang, lumut, dan tumbuhan paku-pakuan. Pada bakteri mempunyai istilah lain, yaitu bentuk bakteri yang sedang dalam usaha melindungi diri dari pengaruh yang buruk dari luar. Spora bakteri mempunyai fungsi yang sama seperti kists amoeba, swbab spora ini merupkan suatu fase, dimana mikroorganisme berubah bentuk untuk melindungi diri terhadap factor-faktor luar yang tidak menguntungkan. Spora pada Bakteri adalah endospora, karena spora dibentuk didalam sel.

Baktreri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap disinfektan, sinar, kekeringan, panas, dan kedinginan. Hal ini karena dinding spora lebih bersifat impermeable dan spora mengandung sangat sedikit air, sehingga menyebabkabspora tidak mudah mengalami perubahan temperature.

2.4 Pewarnaan

1. Sifat sel microbe

Pada umumnya bakteri bersifat tembus cahaya, hal tersebut disebabkan banyak mikrob yang tidak mempunyai warna, seperti umumnya pada bakteri. Bakteri yang masih hidup tidak tampak jelas bentuk maupun sifat-sifat morfologi lainnya. Bakteri tunggal , yaitu yang berupa satu sel sajahanya kelihatan bening saja, meskipun bakteri tersebut diambil dari bentuk koloni tertentu. Oleh karena itu untuk memperlhatkan bagian-bagian sel diperlukan pewarnaan.

2. metode pewarnaan microbe

· Pewarnaan spora

· Pewarnaan kapsula

· Pewarnaan flagella

· Pewarnaan badan inklusi

Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi.
Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa.
Pewarna asam dapat tejadi karena bila senyawa pewarna bermuatan negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewrna negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain-lain. Pewarnaan basa bisa terjadi biasenyawa pewarna bersifat positif, sehingga akan diikat oleh dinding sel bakteri dan sel bakteri jadi terwarna dan terlihat. Contoh dari pewarna basa misalnya metilin biru, kristal violet, safranin dan lain-lain.
Teknik pewarnaan asam basa ini hanya menggunakan satu jenis senyawa pewarna, teknik ini disebut pewarna sederhana. Pewarnaan sederhana ini diperlukan untuk mengamati morfologi, baik bentukmaupun susunan sel. Teknik pewarnaan yang lain adalah pewarnaan diferensial, yang menggunakan senyawa pewarna yang lebih dari satu jenis. Diperlukan untuk mengelompokkan bakteri misalnya, bakteri gram positif dan bakteri gram negatif atau bakteri tahan asam dan tidak tahan asam. Juga diperlukan untuk mengamati struktur bakteri seperti flagela, kapsula, spora dan nukleus.
Teknik pewarnaan bukan pekerjaan yang sulit tapi perlu ketelitian dan kecermatan bekerja serta mengikuti aturan dasar yang belkau yakni sebagai berikut:
mempersiapkan kaca obyek. Kaca obyek ini harus bersih dan bebas lemak, untuk membuat apusan dari bakteri yang diwarnai.
mempersiapkan apusan. Apusan yang baik adalah yang tipis dan kering, terlihat seperti lapisan yang tipis.
Apusan ini dapat berasal dari biakan cair atau padat.
Biakan Cair. Suspensi sel sebanyak satu atau dua mata jarum inokulasi diletakkan pada kaca obyek. Lalu diapuskan pada kaca obyek selebar … cm. Biarkan mengering diudaraata diatas api kecil dengan jarak 25 cm
· Biakan Padat. Bakteri yang dikultur pada medium padat tidak dapat langsung dibuat apusan seperti dari biakan cair, tapi harus diencerkan dulu. Letakkan setetes air pada kaca obyek, lalu denganjarum inokulasi ambil bakteri dari biakan padat, letakkan pada tetesan air dan apusan. Biarkan mengering diudara.
· Fiksasi dengan pemanasan. Apusan bakteri pada akaca obyek bila tidak diletakkan secara kuat, dapat terhapus pada waktu proses pewarnaan lebih lanjut. Proses peletakan apusan pada kaca obyek dapat dilakukan diantaranya dengan cara memanaskan diatas api

Proses pewarnaan diferensial ini memerlukan 4 jenis reagen. Bakteri terbagi atas dua kelompok berdasarkan pewarnaan ini, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Perbedaan ini berdasarkan warna yang dapat dipertahankan bakteri. Reagen pertama disebut warna dasar, berupa pewarna basa, jadi pewarna ini akan mewarnai dengan jelas. Reagen kedua disebut bahan pencuci warna (decolorizing agent). Tercuci tidaknya warna dasar tergantung pada komposisi dinding sel, bilakomponen dinding sel kuat mengikat warna, maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat menelan warna dasar, maka warna akan tercuci. Reagen terakhir adalah warna pembanding, bila warna tidak tercuci maka warna pembanding akan terlihat, yang terlihat pada hasil akhir tetap warna dasar.
2.5 PEMBUATAN MEDIA
Kelangsungan hidup dan pertumbuhan mikiroorganisme dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan faktor lingkungan. Bahan nuttrisi yang tersdia dapat berupa bahan alami dapat pula berupa bahan sintetis. Bahan nutrisi yang digunakan mikrorganisme biasanya berupa senyawa sederhana yang tersedia secara langsung atau berasal dari senyawa yang kompleks yang kemudian dipecah oleh mikrorganisme menjadi senyawa yang sederhana melalui proses enzimatik. Bahan nutrisi ini dapat berupa cairan atau padatan setengah padat (semi solid). Yang kemudian disebut Media
Berdasarkan komposisi atau susunan bahannya.
media alami/organik Komposisi media ini tidak diketahui secara pastibaik jenis maupun ukurannya. Media ini sudah tersedia secara alami misalnya air, nasi, buah, biji dan lain-lain
Media sintetik/anorganik. Sering juga disebut media buatan. Komposisi senyawa berikut takarannya diketahui secara pasti, tidak tersedia secara alami tapi dibuat. Media sintetik sering digunakanuntuk mempelajari sifat faali dan genetika mikrorganisme. Senyawa organik dan anorganik ditambahkan dalam media sintetik harus murni, sehingga harganya mahal, misalnya: Sabouroud Agara, Czapek’s Agara dan lain-lain
Media Semi-sintetik. Komposisinya sebangian diketahui secara pasti, sebagian lagi tidak, disebut juga medium setengah buatan, misalnya, PDA, NA dan lain-lain
Berdasarkan bentuknya
media cair. Komposisi dapat sintetik dapat pula alami. Keadaan cair karena tidak ditambahkan bahan pemadat
media padat. Sama seperti media cair, bedanya disini ditambahkan bahan pemadat (agar-agar, amilum atau gelatin)
media semi-padat. Sebenarnya media ini termasuk media padat, tapi karena keadaannya lembek disebut semi-solid. Bahan pemadat yang ditambahkan kurang dari setengah medium, padat
Berdasarkan Kegunaannya
media umum. Digunakan secara umum artinya media ini dapat ditumbuhi oleh berbagai jenis mikrorganisme baik bakteri maupun jamur, misalnya NA (Nutrient Agar) dan lain-lain
media selektif. Media ini dipakai untuk menyeleksi mikrorganisme sesuai dengan yang diinginkan, jadi hanya satu jenis mikrorganisme saja yang dapat tumbuh dalam media ini atau hanya satu kelompok tertentu saja, misalnya media Salmonella atau Sigella dari makanan atau bahan lain
media diferensial. Media ini juga dipergunakan untuk menyeleksi mikrorganisme. Media ini dapat ditumbuhi berbagai jenis mikrorganisme tapi salahsatu diantaranya dapat memberikan ciri yang khas sehingga dapat dibedakan dari yang lain dan dapat dipisahkan
media pengaya. Medium ini gunanya untuk menumbuhkan mikrorganisme untuk keperluan tertentu. Dibiakkan dalam medium ini supaya sel-sel mikrorganisme tersebut dapat berkembang dengan cepat sehingga diperoleh populasi yang tinggi. Kompossisi medium sangat diperlukan dan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan sel mikrorganisme yang bersangkutan

2.5 STERILISASI
Suatu bahan disebut steril apabila bahan tersebut bebas dari mikroorganisme. Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu: cara kimia, mekanik atau fisik.
Sterilisasi cara Kimia. Bahan / senyawa kimia yang memiliki sifat membunuh mikroorganisme dapat digunakan untuk sterilisasi (disinfektan), misalnya dibidang kedokteran. Contohnya alkohol 70%, detergen, karbon, lisol, merkurokhrom dan lain-lain.
Sterilisasi cara mekanik. Sterilisasi ini dilakukan dengan menggunakan alat penyaring yang sangat halus, dengan lubang berdiameter 0,02-0,45 mikron, misalnya Seitz filter, Chamberland filter, milipore, dan lain-lain.
Sterilisasi Cara Fisik. Umumnya dfilakukan dengan cara pemanasan pada suhu tinggi. Salah satu contohnya adalah menggunakan autoklaf, disterilkan pada suhu 121 °C dengan tekanan 1.5 Kg/cm (15 lbs) dalam jangka waktu tertentu bergantung pada apa yang disterilkan

Khamir

Khamir termasuk cendawan, tetapi berbeda dengan kapang karena bentuknya yang terutama uniseluler. Reproduksi vegetatif terjadi dengan cara pertunasan. Sebagian sel tunggal khamir tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibandingkan kapang yang tumbuh dengan pembentukanfilamen.

Kapang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat fisiologinya dan tidak atas perbedaan morfologinya seperti kapang. Beberapa khanir tidak membentuk spora ( asporogenous) dan digolongkan kedalam Fungi imperfekti, dan lainnya membentuk spora seksualsehingga digolongkan kedalam Ascomycetes dan Basidiomycetes.

a. Morfologi Khamir

Sel khamir mempunyai ukuranyang bervariasi, yaitu dengan panjang 1-5 mm sampai 20-50 mm, lebar 1-10 mm. Bentuk khamir bermacam-macam, yaitu bulat, oval, silinder, ogival yaitu bulat pnjang dengan salah satu ujung runcing, segitiga melengkung,dll.

Ukuran dan bentuk sel dalam kultur yang sama mungkin berbeda karena pengaruh perbedaan umur dan kondisi lingkungan selama pertumbuhan . Sel muda mungkin berbeda bentuknya dari yang tua karena adanya proses ontogeny, yaitu perkembangan individu sel. Contoh Khamir yang erbentuk apikulat umumnya berasal dari tunas berbentuk bulat sampai bulat oval yang terlepas dari induknya, kemudian tumbuh dan membentuk tunas sendiri.

b. Sifat Fisiologi Khamir

Khamir kebanyakan tumbuh paling baik pada kondisi dengan air yang cukup. Khamir dapat tumbuh pada medium dengan gula atau garam yang tinggi, sehingga khamir kebutuhan airuntuk pertumbuhan lebih sedikit dibandingkan dengan bakteri. Batas aktivitas air khamir terendah untuk pertumbuhan berkisar antara 0,88-0,94. Selain itu banyak kamir yang bersifat osmofilik yakni dapat tumbuh pada medium dengan aktivitas air relative rendah, yaitu 0,62-0,65.

Kisaran suhu untuk pertumbuhan kebanyakan khamir pada umumnya hamper sama denga kapang, yaitu suhu optimum 25-30 derajat celcius dan suhu maksimum 34-47 derajat celcius, tetapi beberapa khamir dapat tumbuh pada suhu 0 derajat celcius. Kebanyakan khamir lebih cepat tumbuh pada pH 4.0-4,5, dan tidak dapat tumbuh dengan baik pada medium alkali, kecuali jika telah beradaptasi.

Berdasarka sifat metabolismenya Khamir dibrdakan menjadi: (1) fermentasi dan (2) oksidatif. Khamir fermentative dapat melakukan fermentasi alcohol yaitu dengan memecah glukosa dengan jalur glikolisis (Embden Meyerholf-Parnas) dengan reaksi sebagai berikut “

C6H12O6 ———————- 2 C2H5OH + 2 CO2

Vigna radiata

Kacang hijau merupakan tanman pangan semusim berupa semak yang tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau ini diduga berasal dari India. Di awal abad ke-17, kacang hijau mulai menyebar kebeberapa negara asia tropis termasuk Indonesia. Tanaman kacang hijau adalah tanaman semusim berumur pendek ( 60 hari). Panen kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari ke-80 setelah tanam.

A. Klasifikasi dan Morfologi

Kacang hijau termasuk dalam keluarga Leguminosae. Adapun klasifikasi botani tanaman kacang hijau sebagai berikut.

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Rosales

Family : Leguminosae (Fabaceae)

Genus : Vigna

Spesies : Vigna radiata

Kacang hijau adalah tanaman pendek bercabang tegak. Bagian dari tanaman kacang hijau antara lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Adapun diskripsi masing-masing bagian tanaman tersebut sebagai berikut.

1. Akar

Tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakarannya dibagi menjadi 2, yaitu mesophytes dan xerophytes. Mesophytes mempunyai banyak cabang akar pada permukaan tanah dan tipe pertumbuhannya menyeba. Sementara xerophytes memiliki akar cabang lebih dan memanjang kearah bawah.

2. Batang

Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu, berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan.Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 meter. Cabangnya menyebar ke semua arah.

3. Daun

Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Letak daun berseling. Tangkai daun lebih panjang dari pada daunnya sendiri.

4. Bunga

Bunga kacag hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore harinya menjadi layu.

5. Buah

Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau , setelah tua berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek atau berbulu.

6. Biji

Biji kacang hijau berbentuk bulat. Biji kacang hijau kecil dibandingkan biji kacang tanah atau biji kedelai, yaitu bobotnya hanya sekitar 0,5-0,8 mg. kulitnya hijau berbiji putih. Bijinya sering dibuat kecambah atau taoge

.

2.2 Persyaratan tumbuh

Produktifitas kacang hijau sangat dipengaruhi oleh banyak factor, antara lain tempat tumbuh. Ketersediaan air, dan ikim. Kacang hijau banyak ditanam di sawah dan ladang yang bertanah lembap dan cukup banyak mendapatkan sinar matahari. Untuk itu, agar tanaman kacang hijau dapat menghasilkan biji yang maksimal maka diperlukan pengetahuan mengenai syarat tumbuhnya.

A. Jenis lahan dan ketinggian

Tanah merupakan media atau tempat tumbuh tanam. Tanah terdiri dari zat padat dan udara. Zat padat terdiri dari batuan tanah, mineral tanah, humus, dan organisme hidup yang bermukim didalamnya. Zat cair berupa air tanah serta unsur-unsur yang terlarut didalamnya. Udara dalam rongga tanah mengandung O2 yang penting untuk respirasi akar guna mendapatkan tenaga.

Akar tanaman berpegang kuat pada tanah. Perubahan keadaan tanah,baik secara kimia, fisika, maupun biologi akan mempengaruhi fungsi dan kekuatan akar dalam menopang pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk akan memperkaya secara kimia ketersediaan hara dalam tanah sehingga akar dapat menyerapnya untuk keperluan dan perkembangan tanaman.

Tanaman kacang hijau menghendaki tanah tidak terlalu berat. Artinya tanah tidak terlalu banyak mengandung tanah liat tetapi mengandung bahan organic tinggi. Adapun jenis tanah yang dianjurkan adalah latosol dan regosol.

Keasaman tanah (pH) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal yaitu antara 5.5-6.5. kacang hijau dapat dibudidayakan pada ketinggian 5-700 meter dpl.

B. Iklim yang sesuai

Tanaman kacang hjau termasuk tanaman C3. Artinya tanaman ini tidak menghendaki radiasi dan suhu yang terlalu tinggi. Tanaman ini akan tumbuh bai pada suhu udara antara 25-27 derajat celcius. Tanaman ini menyukai daerah relative kering dengan kelembapan 60-89%. Fotosintesis tanaman kacang hijau akan mencapai maksimum pada pukul 10.00. Radiasi yang terlalu kering tidak diingikan oleh tanaman kacang hijau.

C. Kebutuhan Air

Kebutuhan air untuk tanaman kacang hijau hanya kritis pada awal pertumbuhannya sampai fase berbunga (sekitar I bulan setelah tanam). Kebutuhan minimalnya pada masa kritis setara dengan curah hujan 100 mm/bulan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman mudah rebah dan rentan terhadap serangan pathogen penyakit.

Anatomi tumbuhan

Anatomi tumbuhan atau fitotomi merupakan analogi dari anatomi manusia atau hewan. Walaupun secara prinsip kajian yang dilakukan adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda, anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda dari anatomi hewan. Organ tumbuhan terekspos dari luar, sehingga umumnya tidak perlu dilakukan “pembedahan”.

Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hierarki dalam kehidupan:

  • Organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya;
  • Histologi, mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya; dan
  • Sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Sitologi dikenal juga sebagai biologi sel.

Organologi

Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ. Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan.

Akar

Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut :

Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis. Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar. Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba) lain.

Batang

Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:

Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga kayu menjadi sangat keras.

Daun

Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun. Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis. Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:

Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.

Histologi

Histologi tumbuhan mengkaji jenis-jenis sel (berdasarkan bentuk dan fungsi) yang menyusun suatu jaringan.

Jaringan penyusun tumbuhan antara lain : 1. epidermis (jaringan pelindung) 2. kolenkim (jaringan penyokong) 3. sklerenkim (jaringan penyokong) 4. parenkim (jaringan dasar) 5. xilem (jaringan pembuluh/pengangkut) 6. floem (jaringan pembuluh/pengangkut)

Sitologi

Sitologi mengkaji fungsi berbagai sel dan organel-organel khas pendukung fungsi tersebut. http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi_tumbuhan

Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan abiotik, serta evolusi tumbuhan. http://id.wikipedia.org/wiki/Botani

Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mengkaji berbagai organ tumbuhan, baik bagian-bagian, bentuk maupun fungsinya.

Secara klasik, tumbuhan terdiri dari tiga organ dasar:

Organ-organ lain dapat digolongkan sebagai organ sekunder karena terbentuk dari modifikasi organ dasar. Beberapa organ sekunder dapat disebut sebagai organ aksesori, karena fungsinya tidak vital. Beberapa organ sekunder penting:

Tiga yang pertama disebut sebagai organ seksual karena mutlak diperlukan dalam reproduksi seksual. http://id.wikipedia.org/wiki/Morfologi_tumbuhan

Kapang

a. Morfologi kapang

fungi multiseluler atau ka[anh mempunyai miselium atau filament, dan pertumbuhannya dslsm bshsn makanan mudsh sekali dilihat, yakni seperti kapas. Pertumbuhan fungi mula-mula berwarna putih, tetapi bila telah momproduksi spsra maka akan terbentuk brbagai warna tergantung dari jenis kapang. Sofat-sifat kapang baik penampakan mikroskopik ataupun makroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang.

Kapang dapat dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan struktur hifa, yaitu hifa tidak bersekat atau nonseptat dan hifa bersekat atau septet yang membagi hifa dalam mangan-mangan, dimana setiap mangan mempunyai inti satu atau lebih,.dinding penyekat pada kapang disebut dengan septum yqang tidak bertutup rapat sehingga sitoplasma masih dapat bebas bergerak dari satu ruang keruang lainnya. Kapang tidak berseptat intinya tersebar disepanjang septa.

b. sipat fisiologi kapang

Kapang dapat hidup dalam keadaan sekitar yang tidak menguntungkan bila dibandingkan dengan microbe lainnya. Adapun sifat-sofat fisiologi kapang antara lain :

· Kebutuhan air

Kebanyakan kapang membutuhkan air (aw) minimal untuk pertumbuhannya dibandinhkan denan khamir dan bakteri.

· Suhu pertumbuhan dan pH

Semua kapang bersifat aerobic, artinya membutuhkan oksigen dalam pertumbuhannya. Kebanyakan kapang dapat tumbuh baik pada pH yang luas, yaitu 2,0-8.5, tetapi biasanya pertumbuhannya akan baik bila pada kondisi asam atau pH rendah.

· Nutrisi

Kapang dapat menggunakan berbagai komponen makanan, dari yang sederhana sampai yang kompleks, kapang mampu memproduksi enzim hidrolitik. Maka dari itu kapang mampu tumbuh pada bahan yang mengandung pati, pectin, protein atau lipid.

· Komponen penghambat

Beberapa kapang mengeluarkan komponen yang dapat menghambat organisme lain. Komponen ini disebut antibiotic.

b. Beberapa jenis kapang

1. rhizopus

Rhizopus sering diebut kapangoti karena sering tumbuh dan menyebabkan kerusakan pada roti. Selain itu kapang ini jugatumbuh pada sayuran, dan buah-buahan. Spesies rhizopus yang umum ditemukan pada roti yaitu rhizopus stoloniferdan Rhizopus nigricans. Selain merusak makanan sebagian Rhizopus diguaka untuk beberapa makanan fermentasi tradisional seperti, Rhizopus oligosporus dan Rhzopus orizaeyang digunakan dalam pembuatan berbagai macam tempedan oncom hitam.

Ciri-ciri Rhizopus adalah: (1) Hifa nonseptat, (2) mempunyai stolon dan rhizoid yang wananya gelap jik sudah tua, (3) Sporangiopora tumbuh pada noda dimana terbentuk juga rhizoid, (4) sporangia biasanya besar dan berwarna hitam, (5) kolumela agak bulat dan apofisisberbentuk seerti cangkir, (6) tidak mempunyai sporangiola, (7) pertumbuhannya cepat, membentuk miselium seperti kapas, (8) Pertumbuhannya seksual dengan membentuk Zigospora, (9) kapang bersifat heterotalik, dimana repoduksi seksual membutuhkan dua talus yang berbeda.

2. Aspergillus

Kapang ini mampu tumbuh baik pada substrat dengan konsentrasi gula dan garam tinggi. Aspergillus orizae digunakan dalam fermentasi makanan tahap pertama dalam pembuatan kecap dan tauco. Konidia kelompok ini berwarna kuning sampai hiju, atau mungkin membentuk sklerotia.

Ciri-cirinya adalah : (1) Hifa septatdan miselium bercaban, sedangkan hifa yang muncul diatas permukaan umumnya hifa fertile, (2) koloni berkelompok, (3) konidiofora septet atau nonseptat, (4) Konidiopora membengkak membentuk vesikel pada ujungnya, (5) Sterigmata atau fialida biasanya sederhana, berwarna atau tidak berwarna, (6) beberapa spesies tumbuh baik pada suhu 37 derajat celcius atau lebih, (7) konidia membentuk rantai yang berwarna hijau, coklat atau hitam.

3. Penicillum

Penicillium menyebabkan kerusakan pada bahan sayuran,buah-buahan, dan serelia. Selain itu digunkan untuk industri,misalkan memproduksi antibiotic penisilin yang diproduksi oleh Penicillium notatum dan Penicillium chysogenum. Kegunaan lain untuk pematangan keju, misalnya keju camembert oleh Penicillium camemberti yang konidianya berwarna abu-abu dll.

Ciri-cirinya adalah : (1) hifa septet, miselium bercabang biasanya berwarna, (2) konidiopore septet dan muncul bercabang atu tidak bercabang, (3) kepla yang membawa spora berbentuk seperti sapu, dengan sterigma atau fialidamuncul dalam kelompok, (4) Konodia membentuk rantai karena muncul satu persatu dari sterigmata, (5) konidia waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kebiry-biruan atau kecokltan.

Morfologi Fungi

Fungi tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai oiri yang khas, yakni nberupa benang tunggal atau bercabang- cabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa-hifa akan membentuk miselium. Fungi merupakan organisme eukariotik yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : (1) mempunyai spora, (2) memproduksi spora, (3) tidak mempunyai klorpfil sehingga tidak berfotosintesis, (4) dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual, (5) tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa, dan manna.

Fungi dibedakan menjadi dua golongan yakni : kapang dan khamir. Kapang merupakan fungi berfilamen atau mempunyai miselium, sedangkan Khamir merupakan fungi bersel tunggal dan tak berfilamen. Fungi merupakan organisme menyerupai tanaman, tetapi mempunyai beberapa perbedaan, yakni :

· Tidak mempunyai klorofil

· Mempunyai dinding sel dengan komposisi yang berbeda

· Berkembang biak dengan spora

· Tidak mempunyi batang, cabang, akar, dan daun

· Tidak mempunyai system vaskuler seperti pada tanaman

· Bersifat multiseluler tidak mempunyai pembagian fungsi masing-masing bagianseperti pada tanaman

Fungi ada yang bersifat parasit dan saprofit. Parasit apabila dalam memenuhi kebutuhan makannya dengan mengambil dari benda hidup yang ditumpanginya, sedanghan saprofit apabila memperoleh makanan dari benda mati dan tidak merugikan benda itu sendiri. Fungi dapat mensintesis protein dengan mengambik sumber karbon dari karbohidrat, sumber nitrogen dari bahan organic ataun anorganik , dan mineral dari substratnya. Ada juga fungi yang dapat mensintesis vitamin-vitamin yang dibutuhkan dan perkembanh biakan sendiri sehingg harus mendapatkan dari cubstrat, misalkan thiamin dan biotin.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!